Friday, 24 May 2013

Awan Kota

Berdesir liang romaku
Pujukan manja dewi nafas
Saatku jejak daerah jingga
Keseorangan menanti badai terhempas
Dikota ini muslihat menyimbah
Aku kuyup kejang kebasahan
Payungku bawa dibekali ayahanda
Tercarik ditengah jalan
Salahku tercuai tak hati-hati
Kuhirup udaranya dalam-dalam
Sesekali tersedak tersumbat debu
Dimana sapu tanganku bawa
Buat menutup rongga terbuka
Kudongak memandang kelangit
Suram durja seakan dimurka
Awan Kota tidakkan pernah sama
Senyumnya seribu makna
Suara kedengaran menyapa sayu
Kutoleh kiri dan kanan bahu
Rupanya datang dari tingkat bawah
Jelas senyumnya aku kenal amat
Walau tak pernah bersua muka
Setia menantiku sekian lama
23 mei 2013..