Diam-diam ubi berisi
Diam-diamku terisi
Dikau yang ku damba selama ini
Semakin dekat menghampiri
Menanti ku yang pasti
Isi hatiku dikau yang cari
Gelora jiwa tak terperi
Bagai menahan tusukan besi
Dari bilah pedang yang azali
Harapku mentari kekal sinranya
Lautan pasang surutnya
Mekar hujau daunnya
Nyalanya api terus membara
Qalbuku menghembus huhunya
Oh jiwa satukan rasa
Oh cinta satukan aku
Kau kekasih milikku
Aku kekasih milikmu
Kita berdua bersama selamanya
Takkan pernah terpisah
Takkan pernah melupakan
Walau aku yang menjauh
Dikau kasih setia menanti
Tetap utuh cinta bersemi
Maafkan andaiku lalai
Cinta ini berarti buatku andai
malap Serinya apalah adanya aku
Ibarat lautan hilang masinnya
Kekallah dikau dalam dakapanku
Sehingga waktu tak berpenghujung
Walau dunia dijanji syurga
Hadiah teguh lafaz berjanji
Takkan kutagih walau seinci
Cukup sekadar cintamu kulazimi.
Dikau hakiki dikaulah dicintai
No comments:
Post a Comment